Persyaratan untuk Memperoleh Akta Pendirian Perusahaan di Indonesia

Dunia usaha semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk, kualitas produk, dan pemasaran menjadi lebih ramai dan ketat, sehingga sering terjadi persaingan tidak sehat dan saling mengalahkan. Untuk mengatasi saling merugikan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain, perlu diadakan suatu bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.

Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah melalui penggabungan usaha antara dua perusahaan atau lebih dengan perusahaan lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Jika Anda ingin melakukan penggabungan perusahaan, Anda harus memiliki sertifikat pendirian perusahaan. Karena itu, Anda perlu mengetahui persyaratannya.

Jenis Pendirian Bisnis

Ada dua jenis badan usaha:

1) Akuisisi adalah penggabungan dimana salah satu perusahaan, pihak pengakuisisi memperoleh kendali atas aset bersih dan operasi perusahaan yang diakuisisi, dengan memberikan aset tertentu, mengakui kewajiban, atau menerbitkan saham.

2) Penyatuan kepentingan/penyatuan kepentingan adalah kombinasi bisnis di mana para pemegang saham dari perusahaan yang menggabungkan diri secara bersama-sama mengendalikan seluruh, atau secara efektif semua kekayaan bersih dan mengendalikan operasi perusahaan yang bergabung dan selanjutnya menanggung semua risiko dan manfaat. melekat pada entitas bersama, sehingga tidak ada pihak yang dapat diidentifikasi sebagai pihak pengakuisisi.

Bentuk Pendirian Bisnis

Bentuk-bentuk badan usaha dapat dibagi menjadi beberapa kelas, antara lain sebagai berikut:

1) Dalam hal penggabungan usaha, terdapat tiga bentuk penggabungan usaha sebagai berikut:

  • Merger horizontal, yaitu penggabungan perusahaan sejenis menjadi satu perusahaan yang lebih besar. Secara umum dasar pembentukan penggabungan usaha ini adalah untuk menghindari adanya persaingan antar perusahaan sejenis dan meningkatkan efisiensi antar perusahaan yang bersangkutan.
  • Penggabungan vertikal, yaitu penggabungan perusahaan sebelumnya, keduanya mempunyai hubungan yang saling menguntungkan, misalnya suatu perusahaan selain pemasok bahan baku dari perusahaan lain yang kemudian bergabung agar dapat terjaga kepastian bahan baku dan kelangsungan produksi.
  • Penggabungan konglomerasi, yang merupakan gabungan penggabungan horizontal dan vertikal. Penggabungan konglomerasi ini merupakan gabungan dari perusahaan-perusahaan yang memiliki bisnis yang berbeda seperti perusahaan transportasi bergabung dengan perusahaan jasa hotel dan perusahaan makanan (catering).

2) Dari segi hukum, penggabungan usaha dibagi menjadi:

  • Merger, yaitu penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan membeli perusahaan lain kemudian perusahaan yang membelinya menjadi anak perusahaan atau bubar. Perusahaan yang dibelinya sudah tidak berbadan hukum lagi dan yang berbadan hukum adalah perusahaan yang membelinya.
  • Konsolidasi, bentuk lain dari merger, adalah penggabungan usaha dengan cara satu perusahaan bergabung dengan perusahaan lain untuk membentuk perusahaan baru
  • Afiliasi, yaitu penggabungan usaha dengan membeli sebagian besar atau seluruh saham perusahaan lain untuk memperoleh kepentingan pengendali. Perusahaan yang dikendalikan tidak kehilangan status hukumnya dan masih beroperasi seperti perusahaan lainnya.

Mendapatkan Sertifikat Pendirian Perusahaan

Akta pendirian perusahaan adalah izin wajib bagi perusahaan yang menerima penggabungan setelah penggabungan untuk melakukan produksi komersial dari perusahaan hasil penggabungan.

Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, ada persyaratan yang harus dilengkapi, yaitu:

  • Surat permohonan meterai cukup ditandatangani oleh direksi/pimpinan perusahaan yang ditujukan kepada Gubernur.

Fotokopi Pendaftaran Penanaman Modal/Izin Prinsip Penanaman Modal/Izin Prinsip Perluasan Penanaman Modal/Surat Persetujuan Penanaman Modal/Izin Usaha dan/atau Surat Persetujuan Perluasan Penanaman Modal/Izin Usaha Perluasan yang dimiliki, Jika Anda ingin membuat PT Anda dapat menghubungi Buat PT yang dapat membantu Anda.

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk bagi pemohon
  • Fotokopi Akta Pendirian Perusahaan dan Perubahannya
  • Fotokopi Anggaran Dasar Perusahaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (bagi pemohon badan usaha Indonesia)
  • Bukti kepemilikan/penggunaan tanah atas nama perusahaan (Fotokopi sertifikat hak atas tanah atau Kontrak tanah)
  • bukti kepemilikan/penggunaan bangunan/bangunan
  • Fotokopi Surat Izin Gangguan atau Fotokopi Surat Izin Tempat Usaha untuk usaha yang berlokasi di luar kawasan industri
  • Laporan Kegiatan Penanaman Modal terakhir bagi perusahaan yang melanjutkan usaha (perusahaan penerima penggabungan)
  • fotokopi persetujuan/pengesahan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau rekaman persetujuan/pengesahan dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan
  • Persyaratan lain sebagaimana diatur dalam peraturan teknis terkait dan/atau peraturan daerah
  • Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tentang Persetujuan semua pemegang saham dari setiap perseroan, baik perseroan yang menerima penggabungan maupun perseroan yang menggabungkan diri mengenai persetujuan peleburan perseroan
  • akta penggabungan yang disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Persetujuan semua pemegang saham dari masing-masing perseroan baik perseroan yang menerima penggabungan maupun perseroan yang menggabungkan diri mengenai perjanjian peleburan perseroan
  • Surat Kuasa cukup, apabila permohonan permohonan tidak dilakukan secara langsung oleh pemohon/direksi/manajemen perusahaa

Untuk mendapatkan akta pendirian perusahaan , sebenarnya perusahaan tidak perlu mengeluarkan uang. Meskipun pada kenyataannya ada pihak yang mengambil keuntungan dalam hal pembuatan sertifikat ini. Jadi pastikan jika ingin menggabungkan perusahaan, daftarkan sertifikat sendiri, tanpa harus mencari bantuan broker. Anda juga hanya perlu menunggu selama 7 (tujuh) hari sejak berkas lamaran diterima secara lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *