Penyebab Kaligata atau Biduran, Gejala, dan Cara Pengobatannya

Penyebab Kaligata atau Biduran, Gejala, dan Cara Pengobatannya
 Penyebab Kaligata atau biduran terhadap biasanya adalah reaksi alergi terhadap suatu benda atau zat yang membawa dampak proses imun mengeluarkan zat histamin. Zat histamin inilah yang membawa dampak timbulnya beragam tanda-tanda kaligata atau biduran.
Kaligata atau biduran sendiri adalah reaksi terhadap kulit yang ditandai bersama dengan timbulnya bentol berwarna kemerahan, disertai rasa gatal. Biduran yang disebut termasuk bersama dengan urtikaria mampu nampak di semua bagian tubuh, lebih-lebih tidak jarang nampak secara tiba-tiba.
Penyebab kaligata atau biduran wajib diperhatikan sehingga mampu dihindari. Umumnya biduran akan hilang bersama dengan sendirinya atau mampu diredakan bersama dengan konsumsi obat-obatan. Namun terhadap biduran kronis, biduran biasanya tidak kunjung hilang sesudah lebih dari satu minggu dan berlangsung secara berulang.
Mengenal Kaligata atau Biduran obat biduran di apotik
Sebelum sadar penyebab kaligata atau biduran, kamu tentunya wajib mengenali penyakit ini khususnya dahulu. Kaligata atau biduran, atau yang dalam bhs medis dikenal bersama dengan urtikaria ini merupakan kondisi di mana kulit miliki ruam yang menonjol dan gatal, nampak di tidak benar satu bagian tubuh atau menyebar ke area yang lebih besar.
Kondisi ini bukanlah penyakit yang membahayakan, tapi mampu membawa dampak kamu jadi tidak nyaman saat tidur atau selama hari dikarenakan sensai gatal yang muncul.
Kaligata atau biduran ini biasanya lebih banyak berlangsung terhadap wanita dibandingkan pria. Kondisi ini mampu berlangsung terhadap pasien bersama dengan umur berapapun.
Biduran akut, termasuk dikenal sebagai urtikaria jangka pendek. Kondisi ini berlangsung terhadap kira-kira 1 dari 5 orang terhadap saat tertentu dan mampu dialami sekali dalam seumur hidup.
Sedangkan biduran kronis, atau urtikaria jangka panjang, lebih jarang terjadi. Urtikaria biasanya berlangsung terhadap anak-anak, wanita di antara umur 30 – 60 tahun dan orang bersama dengan sejarah alergi yang miliki tanda-tanda gatal-gatal.
Penyebab kaligata atau biduran berlangsung saat terpapar oleh reaksi alergi, bahan-bahan kimia terhadap makanan, sengatan serangga, paparan cahaya matahari, atau obat-obatan. Hal-hal berikut membawa dampak tubuh untuk mengeluarkan senyawa kimia yang disebut histamin.
Histamin ini akan membawa dampak pelepasan plasma dalam darah, sehingga membawa dampak terjadinya rasa gatal dan pembengkakan jaringan di sekitarnya. Histamin dan zat kimia lain yang masuk ke dalam aliran darah inilah yang mampu menjadi penyebab kaligata atau biduran.
Berikut lebih dari satu penyebab kaligata atau biduran secara umum:
Alergi Makanan
Penyebab kaligata atau biduran mampu berlangsung dikarenakan alergi makanan tertentu layaknya telur, kerang, kacang tanah, atau buah beri. Bentol merah akibat biduran mampu segera nampak sementara sesudah seseorang makan makanan pemicu alergi, tapi tersedia termasuk yang butuh saat lebih dari satu jam sebelum akan nampak gejala. Selain itu, biduran termasuk mampu dipicu oleh lebih dari satu bahan makanan tambahan, termasuk pewarna buatan dan pengawet.
Reaksi Terhadap Suhu
Penyebab kaligata atau biduran selanjutnya adalah paparan cahaya matahari, suhu dingin, atau angin kencang. Hal ini lebih perihal kepada kondisi kulit yang terlalu sensitif bersama dengan beragam cuaca di luar ruangan.
Selain bersama dengan hindari pemicu gatal, dokter barangkali akan meresepkan antihistamin untuk menyembuhkan biduran akibat perubahan cuaca atau suhu. Dengan begitu, kamu mampu menikmati musim panas maupun musim dingin tanpa cemas akan terkena biduran yang berulang.
Penyakit Tertentu
Biduran ternyata bukan sekadar rasa gatal dan bentol-bentol di kulit. Penyebab kaligata atau biduran termasuk mampu menandakan ada kasus kebugaran terhadap tubuh. Pasien bersama dengan penyakit lupus, limfoma, penyakit tiroid, hepatitis, maupun HIV sama-sama miliki tanda-tanda gatal-gatal sama biduran. Namun, model bidurannya tergolong kronis sehingga mampu diatasi bersama dengan pertolongan obat-obatan.
Selain itu, menurut American Osteopathic College of Dermatology, 50 persen kasus urtikaria kronis disebabkan oleh penyakit autoimun, yakni saat proses kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Penyakit tiroid merupakan tidak benar satu penyakit autoimun yang paling sering dilaporkan oleh penderita biduran kronis, seterusnya diikuti oleh keluhan rematik dan diabetes model 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *