Menyelesaikan Perselisihan Bisnis

Jika Anda menjalankan atau terlibat dalam menjalankan bisnis, Anda tahu bahwa ada hukum seputar bisnis dan hubungannya dengan pihak lain sangat rumit. Hukum bisnis dimaksudkan untuk menjaga agar bisnis tetap sejalan dengan hukum, serta masalah bisnis internal, seperti kompensasi pekerja dan perselisihan perdagangan.

Salah satu masalah paling umum yang dihadapi sebagian besar bisnis adalah bagaimana menyelesaikan perselisihan Hukum Bisnis mereka. Perselisihan ini dapat berkisar dari masalah internal karyawan hingga mempertahankan bisnis dari pemerintah federal. Apapun situasinya, ada beberapa metode yang digunakan pengacara bisnis untuk membantu menyelesaikan perselisihan bisnis. Sebagai contoh:

– Mediasi / konsiliasi / negosiasi – Dalam banyak kasus, tidak perlu melibatkan pengadilan untuk mengambil keputusan. Konsultan Hukum Indonesia Banyak bisnis memilih untuk memiliki tim negosiasi mereka sendiri sebagai staf jika ada masalah yang mungkin muncul. Tim ini berdedikasi untuk mencapai kesepakatan tanpa menyeret hukum. Para mediator ini diberi wewenang untuk memberi dan menerima masalah tertentu dalam argumen, dan biasanya mencapai kesepakatan.

– Tuntutan hukum / arbitrase / hukum kolaboratif – Namun, kesepakatan tidak selalu dapat dicapai dalam masalah bisnis – terkadang dibutuhkan pengacara dan hakim untuk membuat keputusan atas nama kedua belah pihak. Dalam hal ini, hakim dan juri dapat ditunjuk untuk mendengarkan dalil kedua belah pihak, dan mengambil keputusan yang mengikat secara hukum. Dalam kasus ini, mediasi telah gagal di kedua sisi, karena ada poin spesifik yang diperdebatkan yang tidak akan bergeming. Dibutuhkan negara untuk membuat keputusan hukum untuk meluruskan semuanya.

Tentu saja, selalu ada proses pengadilan banding jika keputusan yang diambil tidak adil atau tidak memuaskan bagi satu pihak, yang dapat menyeret kasus penyelesaian sengketa selama bertahun-tahun. Inilah sebabnya mengapa sebagian besar bisnis mempekerjakan dan melatih tim negosiasi khusus untuk menangani masalah seperti itu.

Ketika kasusnya terjadi antara dua pihak yang tidak berada di negara yang sama, mediasi hampir selalu diadili terlebih dahulu. Namun, karena perbedaan budaya, perdebatan bisa semakin mengakar. Namun hukum internasional berusaha menyelesaikan perselisihan tersebut seadil-adilnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *